Ponorogo — Ahad (22/ 1), FLP Ponorogo selenggarakan Inagurasi. Acara ini merupakan puncak dari proses Perekrutan Anggota Baru (PAB) yang berlangsung sejak bulan September 2022. Menurut Farida Agustina selaku ketua pelaksana, PAB merupakan gerbang masuk anggota FLP. Terdapat serangkaian kegiatan terpadu yang diramu untuk menunjang keterampilan calon anggota. 

Regenerasi merupakan bagian penting dalam proses berjalannya sebuah organisasi. Pengurus tidak boleh asal-asalan dalam merekrut anggota baru. Perlu adanya proses pembinaan agar anggota baru bisa memahami nilai-nilai keorganisasian. Dalam berkomunitas, Forum Lingkar Pena (FLP) memiliki landasan nilai yang akrab disebut sebagai 3 pilar, yaitu pilar keislaman, keorganisasian, dan kepenulisan.

Bertempat di Masjid Jannatul Firdaus, sebanyak 17 calon anggota baru yang lolos seleksi telah dikukuhkan. Selama tiga bulan masa PAB, 17 peserta ini mengikuti Sekolah Kepenulisan. Yaitu, pembinaan kelas menulis yang dimentori oleh mentor-mentor profesional. 

Diawali kelas ke-FLP-an dan kelas Puisi yang dimentori oleh Merlia Na, kelas Blogger yang dimentori oleh Fauziah Rachmawati, kelas Non Fiksi yang dimentori oleh Sutejo, kelas Novel yang dimentori oleh Sinta Yudisia, dan diakhiri kelas Cerpen yang dimentori oleh Sapta Arif. Pada kegiatan inagurasi kali ini dihadiri oleh Ustadz Usamah Hanif, M.Pd. Beliau menyampaikan materi keislaman sebagai pilar keislaman. Selain mengukuhkan anggota baru, inagurasi menjadi ajang silaturahmi antar anggota FLP. Terlihat semua anggota FLP Ponorogo ikut bergabung.



"Saya sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada 17 anggota baru FLP Ponorogo, atas keaktifannya dalam mengikuti kelas pembinaan PAB dan keseriusannya dalam mengerjakan tugas-tugas kepenulisan. Semoga nanti kita akan semakin kompak belajar dan berkarya bersama melalui FLP tercinta,"tutur Farida Agustina selaku ketua pelaksana.

Menurut Farida, anggota baru FLP kali ini usia dan aktivitasnya beragam. Mulai dari yang paling muda berusia 15 tahun dan paling tua berusia 50 tahun. FLP memang dikenal sebagai organisasi kepenulisan yang mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat. Terdapat berbagai profesi yang digeluti anggota baru FLP kali ini, mulai dari pelajar, guru, ibu rumah tangga, hingga pegawai di instansi pemerintah.

Eka Rosdiana (anggota baru) mengaku senang dan antusias mengikuti serangkaian acara PAB. Menurutnya, rangkaian kegiatan PAB FLP Ponorogo dipenuhi materi kepenulisan yang bergizi. 

"Mulai dari step by step metode yang diberikan, bagaimana cara membangun narasi yang baik, karya yang bermutu, menumbuhkan ketajaman analisa, dan masih banyak lagi, yang dikemas dalam rangkaian kelas yang terkonsep rapi. Kita menjadi lebih memahami spesifikasi jenis karya tulis, baik fiksi maupun non fiksi,"tutur Eka Rosdiana.

Ia merasa beruntung dipertemukan dengan FLP Ponorogo. Menurutnya, FLP tidak hanya mendorong penulis untuk bisa menulis “asal laku”, tetapi bagaimana menulis karya bermutu yang laku. Tidak ketinggalan, menjadi penulis yang memberikan manfaat berarti sesuai dengan jargon FLP: berbakti, berkarya, dan berarti.

Acara tersebut tak lupa ditutup oleh Merlia Na selaku Ketua FLP Ponorogo dengan materi AD/ART Forum Lingkar Pena (FLP). Hal tersebut agar anggota baru lebih mengenal FLP secara menyeluruh. 

"Organisasi adalah suatu bangunan, maka dengannya susunan aturannya harus kokoh. Karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang dalam barisan yang teratur", pungkasnya. []


Penulis: Afifah Wahda

Penyunting: April Fatmasari