Istighfar. Lafaz itu yang terucap secara spontan ketika saya mendengar FLP Ponorogo diumumkan sebagai pemenang Anugerah Pena kategori cabang pejuang. Sembari menahan tangis, saya melangkahkan kaki ke depan forum untuk menerima sertifikat dan piala. Haru biru. Gemetar tangan ini ketika menerima piala dan sertifikat yang diserahkan oleh ketua FLP Jawa Timur periode tahun 2022-2024, Ustadz Muchlisin.
Bagi saya, capaian yang kami raih ini adalah sesuatu yang mengejutkan. Ketika teman-teman pengurus memutuskan untuk mengikuti Anugerah Pena, saya pribadi hanya meniatkan keikutsertaan kami sebagai momentum untuk evaluasi (muhasabah) diri.
| Dokumentasi: Musyarawah wilayah FLP Jawa Timur 2024 |
Pilar Perjuangan
Dari berbagai poin pertanyaan yang harus kami isi ketika mengikuti seleksi ini, semua tak lain dan tak bukan terkait seberapa jauh kami mengejawantahkan 3 pilar FLP dalam kegiatan, yaitu pilar keislaman, pilar kepenulisan dan pilar keorganisasian. Mau tidak mau, kami harus melihat ke belakang. Menerawang, sejauh kami melangkah, sudahkah semua pilar itu kami realisasikan.
FLP tidak hanya sekedar komunitas. FLP adalah sebuah organisasi. Sebuah organisasi ibarat sebuah bangunan rumah dengan bagian-bagiannya. Sebuah rumah memiliki bagian pondasi, dinding atau bangunan utama dan juga ada atap.
Pilar keislaman adalah pondasi, yang melandasi, menopang bangunan yang ada di atasnya. Pondasi ini menentukan kokoh tidaknya sebuah bangunan. Apapun kegiatan atau gerak FLP, tidak boleh keluar dari koridor aturan Islam. Pun dalam kegiatan menulis, pesan, isi, dan muatan tulisan tidak boleh bertentangan dengan nilai Islam. Nilai Islam sendiri tentu sarat dengan nilai kebaikan yang sebenarnya bersifat universal.
Pilar kepenulisan menjadi konsen tersendiri, karena sebagai organisasi kepenulisan, kepiawaian menulis adalah sesuatu yang harus dilatih dan ditingkatkan. Harapannya, anggota FLP bisa menelorkan karya yang tidak hanya baik dari segi kuantitas, tapi juga secara kualitas bisa dipertanggungjawabkan.
Pilar organisasi merupakan koridor agar gerak FLP tetap fokus, rapi dan efektif. Mengumpulkan banyak orang dengan beragam usia, latar belakang profesi, dan budaya, tentu tidak mudah. Butuh mekanisme dan perangkat yang jelas dalam mengaturnya agar tetap sinergi.
FLP Ponorogo Raih Juara Cabang Pejuang
Musyawarah Wilayah (Musywil) FLP Jawa Timur yang ke 8 di Magetan pada tanggal 5-7 Januari 2024 adalah salah satu pelaksanaan pilar keorganisasian, diantaranya proses evaluasi, perencanaan ke depan dan usaha akan keberlanjutan estafet perjuangan. Dengan dipilihnya ketua wilayah yang baru, akan tersusun juga personel baru di kepengurusan FLP Jawa Timur. Darah segar akan mengalir, gerak ke depan semoga semakin baik lagi.
Terpilihnya FLP Ponorogo sebagai pemenang kategori cabang pejuang dalam ajang Anugerah Pena kali ini, tentu tak lepas dari kerja keras dan perjuangan semua elemen di FLP Ponorogo. Pembina, pengurus hingga anggota yang didominasi kaum hawa, terutama bu-ibu, dengan semangat membara dan sekuat tenaga telah berusaha menjalankan amanahnya sesuai potensi, kesanggupan dan kemampuan masing-masing sehingga setiap agenda yang dirancang berjalan dengan baik.
Tentu saja hal ini tidak mudah, ketika harus meluangkan waktu diantara sekian kesibukan mengurus pekerjaan di rumah maupun luar rumah, mengurus anak dan lain sebagainya, untuk sempat-sempatnya mengurus organisasi bernama FLP. Maka bisa dibayangkan ketika suasana rapat kopi darat kami lebih mirip perkumpulan emak-emak berdaya, atau kadang ada yang berkelakar seperti "posyandu". Itulah seninya berjuang.
Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh elemen di FLP Ponorogo atas perjuangan dan kesungguhannya. Selain itu, kepada keluarga (suami, anak-anak, dan keluarga besar) atas dukungannya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moril dan materiil. Hanya Allah yang bisa memberi balasan. Terima kasih juga kepada FLP Jawa Timur atas penghargaan dari perjuangan itu lewat Anugerah Pena.
Sesungguhnya perjuangan ini baru dimulai. Hanya kepada-Nya kami berharap dan hanya kepada-Nya kami mohon pertolongan.
Ketua FLP Ponorogo
Farida Agustina
Penyunting: April Fatmasari
0 Komentar